Kamis, 21 Juni 2012

Jodoh

Jodoh itu rahasia ALLAH
SEKUAT apa kita setia
SELAMA apa kita menunggu
SEKERAS apa kita bersabar
SEJUJUR apa kita menerima kekasih kita

Jika ALLAH tidak menulis JODOH kita dengan kekasih kita, kita TETAP tidak akan bisa bersamanya. 
Think POSITIVE & terimalah takdir-Nya.

Karena tulang rusuk & pemiliknya TAKKAN PERNAH tertukar dan akan bertemu PADA SAATnya...

Commitment


Kemarin aku beli satu novel baru judulnya "Test Pack" karangan Ninit Yunita. Okay, sounds very abunai deshou dari titlenya. But that's not the reason why I bought it. Aku memutuskan beli buku itu setelah aku liat qoute di depannya "Jangan kawin dulu sebelum baca buku ini" sebuah komentar dari Hagi Hagoromo, pekerja media. So I bought it, aku sih terpikir cuz lately I really really want to married, maybe this book can help me to think again about what is marriage is, good or bad, membuat pikiranku semakin luas gak sempit memandang arti sebuah pernikahan. Dan emang itulah yang aku dapet dari novel ini. Marriage is a commitment. Pernikahan itu tentang komitmen. Apa yang kita inginkan sih dari sebuah pernikahan? I will answer to be with the one you love. Dan itu sejalan sama novel ini, namun pada kenyataannya memang bukan hanya butuh Cinta untuk membangun sebuah rumah tangga. Jangan lupakan juga materi, karena kalau sama sekali kita gak mikirn itu, itu juga malah bakal jadi salah satu masalah di rumah tangga kita. Well, di cerita novel ini, kisahnya tentang sepasang suami istri yang udah nikah selama 7 tahun dan gak kunjung dikarunia anak. Sedangkan istrinya tuh pengen banget punya anak, suaminya juga tapi suaminya gak sedesperate istrinya karena wat suaminya bisa bersama istrinya itulah kebahagiaan yang sesungguhnya, childless is not the end of the world. That's what he said. Suaminya psikolog, istrinya pengacara, kehidupan mereka mapan tapi mereka gak punya anak, itu pun jadi masalah dalam rumah tangga mereka. Di dalamnya juga ada cerita-cerita tentang masalah yang lain ada yang masalah kekerasan rumah tangga, suaminya suka mukul n menghina istrinya, ada yang tentang ketidakpedulian seuami yang terlalu sibuk n fokus kerja sampai kurang perhatian sama istri n anak sampai anaknya ngedrugs, padahal si suaminya bilang dia kerja wat kebahagiaan keluarganya bukan karena gak peduli, well it's a misscommunication problem I think, dan masalah lainnya diceritain juga di novel ini. Di akhir ternyata si suaminya itu infertile alias mandul (kayaknya gara2 kecanduan rokoknya yang berat, soalnya diceritainnya suaminya perokok berat bgt gitu) n mereka gak akan bisa punya anak. Disitulah konflik muncul, istrinya pulang ke rumah ortunya karena berat nerima hal ini n suaminya gak langsung cerita, dan pas mau baikkan terjadi kesalahpahaman karena pas istrinya nelepon mau minta maaf pas tengah malem, malah diangkat sama perempuan. Dan ternyata handphone suaminya ketuker sama handphone pasiennya, dan jadilah bertengkar lagi sampai istrinya mutusin pergi ke Singapore. Bu in the end, mereka rujuk lagi, istrinya nyadar kesalahpahaman yang dilakukan, n balik lagi ke rumah dia dan suaminya, terus mereka memutuskan untuk adopsi anak. Well Happy Ending. :-D Ini buat aku mikir lagi dan lagi soal pernikahan, at least kalau emang aku bener mau, I have to put an effort to it. Tunjukkin aku udah siap untuk itu. Dan aku sadar aku belum siap, secara materi dan secara perasaan. Aku belum punya penghasilan sendiri, uang masih minta ke ryoushin. Secara kankei juga aku lebih sering di protes sebenernya. Tapi ya seperti kata Mario Teguh "Banyak orang yang berdoa agar mereka disayang oleh pasangan hidup mereka. Tapi, mereka merasa gelisah dan kesal karena jawaban dari doa yang lambat datang. Itu mungkin karena mereka berdoa agar orang lain yang berubah, tanpa upaya untuk mengubah diri sendiri menjadi lebih penyayang. Mungkin, doa yang lebih indah bagi kita adalah meminta Tuhan menjadikan kita jiwa yang menyayangi pasangan hidup kita." 
Pas baca itu, langsung merasa banget nyadar, that's what I prayed. Aku suka berdoa semoga dia menjadi lebih baik, tanpa sadar akupun gak lebih baik dari dia, aku merasa aku sudah melakukan yang terbaik wat dia tanpa sadar yang terbaik buat aku belum tentu terbaik buat dia. Merasa tergugah dan terdorong untuk memperbaiki diri sendiri. Thank's Pak Mario Teguh for the inspiration :-D :-D
Dan ada satu jurnal lagi yang ditulis di novel "Test Pack" ini yang made me touched, ditulis oleh sang istri, Tata di jurnalnya.Dengan sedikit bagian yg dihilangkan.

I LOVE YOU BECAUSE....

Banyak hubungan patah dan berganti karena tidak memiliki komitmen. 

"I love her because the way she treats me".
"I love him because of the way he makes me feel".
"I love her because she's so beautiful".
"I love him because he falls on my feet with roses and jewels".

Orang sering mendasari cinta atas hal-hal yang dianggap indah.
It may sound romantic dan melakukan hal tersebut bukan sesuatu yang salah. However, sometimes things get too romantic that we often hear people say it in a cinema, with us eating popcorn and shush-ing rude people.

Jarang dari mereka (dan mungkin kita sendiri) berpikir:
"I love her because of the way she treats me"
-> What happens if she stop treating you the way love?

"I love him because of the way he makes me feel"
-> Then what happens if he stops making you feel that way?

"I love her because she's so beautiful"
-> Three weeks later, a bus hit her

"I love him because he falls on my feet with roses and jewels"
-> Out of the blue, he's broke that he couldn't buy you roses and jewels anymore.

Jarang ada yang mengatakan:
"Saya sayang dia karena saya ingin sayang dia."

Itulah komitmen. Komitmen adalah sumber kekuatan bukan sesuatu yang justru membuat orang takut untuk menghadapinnya.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang istri untuk pergi jauh untuk melihat baik dan buruknya suami. Menerima dua ketika sedang tampan dan menerima juga mana kala dia sedang menguap dengan jeleknya saat bangun pagi.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang suami ketika mengetahui seorang wanita lain mengajaknya berselingkuh dan ia memilih pulang ke rumah untuk makan malam dengan istri dan berbagi kisah sambil tertawa.

Sebagian dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu, atau mendadak miskin.

Will you still love them, then?

That's why you need commitment.

Don't love someone because of what/how/who they are.

From now on,
start loving someone,

because you want to.


How Far a Commitment Will Take You?? 

Senin, 18 Juni 2012

Happiness??

Life is about seeking happiness. Do you agree?
Yesterday I was told by someone that life is just once and it would be such waste if we do not have a happy life. Everyone wants a happiness in their life, of course. But the most important, I think, a lifetime happiness. Such a nice word, such a beautiful future, isn't it? I totally agree with that. But one thing that I do not agree is, the word "I do not want to be with "now" you. Cuz it won't make me happy to life"
Sometimes I think, what's wrong with me? I felt that I've done everything, to change, to be better, that isn't enough? or there is no difference indeed? I thought that I have changed but in fact, the people or the person I approach, wasn't think so. On the contrary, I just still the same as I was.
There is also another sentence said to me yesterday. "You don't have a passion". I do have passion, I have a passion in culture, my region culture and also foreign culture. I love Sundanese clothes, musical instrument, history. Even, many people think it such a weird that a teenage girl would like something unusual like that. But at least, I have something that I excited about when I do it. I love collecting about culture, Japanese traditional and Korean traditional. When I saw a movie that interested me I search it for every detail. I dreamt about going there desperately, and I finally could realized it. Now my passion is to married to someone whom I've been together with for about 22 month. I've research everything related to my wedding plan. But perhaps I forgot one thing important, that is myself. I'm not yet ready for such an important life called "marriage". When my family told me that, I'm not really listening, cuz I believe he believe I'm ready, cuz he ever said so. But everyhting changes in one night, yesterday night, I realize many things, I regret many things, I'm thankful to many things, and I have new passion. To be independent, not just from my family but also from him the one I love for last 2 years. I just want to life a happiness by myself, if my happiness can also bring happiness to my surroundings, it would be great, but what I aim for just I want happiness for myself. Whether alone or together, whether married or not, whether continue study or work. I do not care. I just want to release all the burden I have, being independent, not for someone, but for myself. I hope this passion of mine can realized. In no time. Wish me Luck!

Rabu, 13 Juni 2012

Words I Found


"Kejantanan seorang lelaki itu, bukan dinilai saat dia berantem dengan lelaki lain. Tetapi saat dia berhadapan dengan lelaki yg disebut bapak, untuk melamar anak gadisnya." anak gadis orang source: nayasa.tumblr


❝ BEGITU HEBATNYA TUHAN MENCIPTAKAN PERASAAN. SEBONGKAH PERASAAN BERNAMA ‘CINTA’ MAMPU MEMBAWA KITA TERBANG TANPA SAYAP DAN JATUH TANPA UCAP.
source: pengalaman-perubahan

tingkat keimanan berbanding lurus dengan produktivitas. semakin dekat dengan Allah semakin efektif menggunakan waktu. jadi saat produktivitas menurun dan kesia-siaan semakin menjadi, coba kita tengok iman kita, barangkali ia sedang sakit dan compang-camping. Source: risalatulamanah


Dalam diam doa-mu, utamakan mereka, bukan dia. Ya mereka. Mereka yang mendoakan-mu dengan diam-diam, tanpa sepengetahuanmu, dan mereka tak pernah luput menyebut nama-mu dalam doa. Mereka adalah orang tua-mu, Ibu dan Ayah. Source: achmadlutfi.tumblr


"Tuhan, lindungi hatiku, dari rasa sakit karena terlanjur suka, dari pengharapan yang nampak nyata namun tak seperti itu adanya" — Khoiriya Latifa (via kuntawiaji)

(Source: chelseavidia, khoiriyalatifa, via hidupkusepertipelangi)
Sebagian besar laki-laki menginginkan istri yang pintar memasak, pandai menjahit, tampilan fisik yang menarik. Tapi kita (para perempuan) tidak menginginkan apa-apa dari mereka selain dua hal: tanggung jawab (dunia-akhirat) dan setia. Source: anamrufisa
3 Perkataan bermakna yang ditunggu oleh setiap wanita. Bukan "I Love You", tapi "Aku Terima Nikahnya" source:chelseavidia.tumblr

"Mencintai itu, kadang mengumpulkan segala tabiat menyebalkan dari seseorang yang engkau cintai, memakinya, merasa tak sanggup lagi menjadi yang terbaik untuk dirinya, dan berpikir tak ada lagi jalan kembali, tapi tetap saja engkau tak sanggup benar-benar meninggalkannya" — (via bright-fireflies)

(Source: risalatulamanah)

Jika ia belahan jiwamu, ia akan memperlakukanmu dengan hormat, dan tak menelantarkanmu untuk mengemis perhatian.
Mario Teguh



Selasa, 22 Mei 2012

Nihon kara no Omiyage

Aku dapet tugas bikin cerpen untuk media pembelajaran bahasa Jepang dari dosen. Dan sebagai pengganti kehadiran disuruh membuat cerpen tentang selama di Jepang. Dan jadilah judulnya Nihon Kara no Omiyage ini.


Nihon kara no Omiyage
Nisa Kencana Putri 0900189
Jepang, pertama kali saya menginjakkan kaki di sebuah negeri yang asing, begitu banyak kekhawatiran di diri saya. Seperti apakah negeri yang akan  saya datangi ini, sebuah negeri yang sudah banyak saya mendengar tentangnya. Baik yang saya dapat dari sumber-sumber yang saya temukan maupun dari mendengar cerita-cerita banyak orang yang sudah pernah kesana. Kini saya benar-benar berada disini, di Jepang, negeri yang disebut negeri Sakura, negeri Matahari Terbit, salah satu impian saya sejak dulu, kini menjadi kenyataan.
Saya dan 19 orang teman-temanku datang ke Jepang dalam rangka mengikuti Osaka Business Internship Program. Sebuah program semacam magang yang bisa disetarakan dengan Kuliah Kerja Nyata yang biasa dijalani oleh mahasiswa UPI tingkat 3. Disini kami magang di perusahaan-perusahaan atau kantor-kantor sebagai インターン. Saya sendiri magang di Kobayashi Toshiaki Houritsu Jimusho (小林俊明法律事務所)Kantor Firma Hukum Kobayashi Toshiaki. Yang berlokasi tidak jauh dari tempat saya tinggal, yaitu di Nishitenma sekitar 20 menit dengan berjalan kaki.
            “Enryoushinaide, Nisa chan wa jibun no musume to onaji da.” Kata-kata itulah yang pertama Kobayashi sensei katakan pada saya saat pertama kali aku datang di kantor. Kobayashi sensei sudah seperti kakek bagi saya, beliau sangat baik dan ramah, memperlakukan saya sudah seperti keluarganya sendiri. Saya sangat berterimakasih sekali beliau sudah menerima saya sebagai pemagang di kantornya. Beliau juga sangat pengertian, saya diajak jalan-jalan ke Nara, menginap di rumah beliau, lalu dibelikan oleh-oleh. Sangat baik sekali.
            “Nisa san to hanasu toki watashi wa iroirona omoshiroi koto wo kiite, tanoshikatta desu.” Shimono san, tantousha (penanggung jawab) saya selama magang di kantor. Shimono san adalah senior jimuin di kantor. Selama program ini, Shimono san banyak sekali membimbing saya. Shimono san sudah seperti kakak perempuan bagi saya. Ketika bingung memilih buku berbahasa Jepang, Shimono san membantu saya memilih buku yang bagus. Lalu saat pergi bersama ke Konsulat Jenderal juga, meskipun mendadak tapi Shimono san bersedia menemani saya kesana.
            “Nisa san ni aette, ironna hanashi ga dekite, mecha tanoshikatta yo! Nisa san no hanashi wo kiite, Indonesia ni ikitakunatta.” Rie sensei, putri sulung Kobayashi sensei, juga salah satu pengacara di kantor. Beliau adalah seorang wanita yang anggun, mungkin bisa dibilang Yamato Nadeshiko. Beliau juga sangat baik dan ramah. Setiap ada hal-hal yang tidak saya mengerti beliau selalu menjelaskan meskipun tidak diminta. Juga beliau sangat perhatian sekali dengan makanan dan waktu solat saya. Menjaga jangan sampai ada makanan yang mengandung babi, dan mengingatkan ketika waktu solat sudah tiba. Juga beliau terlihat sangat tertarik sekali mendengar cerita-cerita saya tentang Indonesia.
            “Nisa san, Kobayashi Toshiaki Houritsu Jimusho ni kite kurete hontou ni arigatou! Nisa san no koto, hontou ni daisuki ni narimashita.” Yokono san~ arigatou! Arubamu totemo suteki! Yokono san adalah salah seorang jimuin di kantor. Dia jimuin yang paling muda. Dia adalah sahabat baik saya di kantor. Bagiku Yokono san seperti karakter-karakter tokoh utama wanita dalam manga, kirei de, kawaikute, omoshiroi hito desu. Ketika saya bercerita suka Johnny’s Entertainment. Dia langsung mengajak saya pergi ke Johnny’s Shop.
            “Kochirakoso Nisa san no okage de tanoshii 3shuukan ni narimashita. Korekaramo Facebook o mite Nisa san ga genki ni shiteiruka miteimasu yo. Konngono gokatsuyakuwo kokorokara negatteasu.” Sugimura sensei adalah salah satu pengacara di kantor firma ini. Beliau lah yang mengajak saya melihat langsung proses pengadilan juga bersama Toshinori sensei. Beliau adalah tipe pria yang diidamkan menjadi suami idaman. Teman teman jimuin pun mengakui begitu. Dari beliau saya banyak dijelaskan tentang proses persidangan maupun aturan-aturan di ruang sidang.
Nisa san 3shuukan no mijikai aida deshitaga hontouni otsukaresama desu. Mata, nihon ni koraretara zehi jimusho ni asobi ni kite kudasai.” Toshinori sensei adalah putra tertua Kobayashi sensei, juga adalah adik Rie sensei. Beliau mirip sekali dengan Kobayashi sensei, pendiam dan rajin bekerja. Pernah suatu kali saya dan Shimono san kami yang selalu datang pertama ke kantor, ternyata di kantor sudah ada Toshinori sensei. Beliau menginap di kantor untuk bekerja, sungguh hebat. Beliau juga sensei pertama yang biasa datang ke kantor. Otsukare sama deshita, sensei~
“Watashi wa Nisa san to onaji, karai tabemono ga daisuki desu! Watashi wa tabun Indonesia ni sumemasu ne!” Otonashi de, shinsetsu de, kirei na Imaoka san. Dia juga salah seorang jimuin di kantor. Umurnya di tengah-tengah antara Shimono san dan Yokono san. Ketika saya pulang larut malam sehabis berjalan-jalan bersama dengan jimuintachi, dialah yang mengantar saya pulang sampai ke depan Jueness. Meskipun pendiam, tapi Imaoka san tidak sungkan-sungkan membantu apabila saya ada pertanyaan bahkan meskipun berpuluh kali saya bertanya, Imaoka san akan sabar menjawabnya. Imaoka san juga sangat suka makanan pedas, sama seperti saya. Sepertinya Imaoka san akan cocok kalau tinggal di Indonesia.
            “Nisa wa, ashita ni kaerun desu ka? Aho, I didn’t know. I will be lonely. But can you sent me a message, can’t you?” Okamoto Yasuaki, imi wa kenkou ni, akaruku, to iu imi desu. Dia adalah putra dari Okamoto shachou. Umurnya 2 tahun dibawah saya, koukou 3nensei desu. Kami berkenalan pada saat hanami. Dia disuruh oleh shachou berlatih eigo dengan saya. Dan pada akhirnya kami saling berkomunikasi sampai sekarang. Saya belajar nihongo dan dia belajar eigo. Tapi karena sekarang dia sedang sibuk mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi. Maka dari itu intensitas kami berkomunikasi pun menjadi jarang. Yasuaki san, nyugakushiken no tame ganbatte kudasai ne!
            “Nisa san, okaerinasai! Uchi no kodomotachi ga iroiro katte morattarishite arigatou gozaimashita. Mata Bandon de aimashou!” Kepada yang selama ini telah mengurus kami dan paling banyak kami repotkan, Nabeshima buchou. Ikkagetsukan osewa ni narimashite, hontou ni arigatou gozaimashita. Nabeshima buchou memiliki 3 anak, 2 putri ; putri sulungnya yaitu Sanfa dan putri bungsu nya yaitu Manna. Dan 1 putra yaitu Rion, semuanya lucu-lucu sekali dan mirip Nabeshima buchou dan okusan. Bulan Juni ini Nabeshima buchou dan Okamoto shachou rencananya akan ke Bandung. Saya tidak sabar menunggu ingin bertemu lagi.
            “Nagaiyoude mijikakatta ikkagetsu, yoku ganbarimashitane. Kobayashi sensei mo, hometeimashita. Toriaezu, isshuukan, yukkuri yasunde kudasai. Dewa mata aimashou!!” Kibishikutemo shinsetsu desu, itulah Okamoto shachou. Saya ingin berterima kasih sekali karena sudah membuat program ini. Berkat program ini saya bisa mewujudkan salah satu impian dalam hidup saya yaitu pergi ke Jepang. Dan disana pun banyak sekali pengalaman-pengalaman yang menjadi pembelajaran bagi diri saya dan juga teman-teman saya. Ketika teman saya sakit, shachou mengantar dia ke dokter juga meminta dia menginap dan dimasakkan makanan yang enak-enak oleh okusan agar teman saya itu cepat sembuh. Kemudian saat akan pulang kami dijamu makan malam oleh shachou di rumah beliau di Nara dan disana saya bertemu lagi dengan Yasuaki san. Kemudian juga kami diberi hadiah berupa jalan-jalan ke Universal Studio Japan beserta kupon untuk makan, dan masih juga ditraktir makan sushi oleh beliau. Tak cukup rasanya hanya satu kata terima kasih yang harus dikatakan, beribu-ribu terima kasih ingin saya ucapkan pada Okamoto shachou. Ookini arigatou gozaimasu!
           “Moshi moshi, Nisa chan? Ba-ko desu. Nisa chan ni aitai kara, denwa o shiteiru. Nisa chan wa genki?” Ba-ko, watashi no hosuto okaasan. Ba-ko memiliki kyoumi terhadap kerudung. Kebetulan kami yang homestay di keluarga Tsutsui semuanya berkerudung, saya, Fitria dan Siti Hajar. Ba-ko sudah seperti nenek saya sendiri, meskipun hanya 3 hari 2 malam kami homestay, tapi saat berpisah kami saling menitikkan air mata seolah sudah lama bersama dan kini harus berpisah.
            “Buji tsukimashita ka-!! Yokatta yokatta.” Kaka~ kaka adalah putri bungsu Ba-ko, beliau mempunyai 2 orang anak Mieko, putri sulung dan Miito, putra bungsunya. Pertama kali melihat kaka kami mengira dia seumuran dengan kami, sama sekali tidak menyangkan kalau ternyata kaka seumuran dengan ibu saya, dan sudah memiliki 2 anak. Kebanyakan orang Jepang terlihat lebih muda dari usianya, entah kenapa.
            Nihon kara no omiyage, oleh-oleh dari Jepang. Bagi saya oleh-oleh ini lebih berarti dari apapun. Bukan barang yang berharga mahal, dan akan usang dimakan waktu. Namun lebih dari itu, oleh-oleh yang tak lekang dimakan waktu, dan lebih mahal dari barang yang paling mahal. Pengalaman dan teman. Itulah yang terpenting. Jika orang bertanya apakah yang saya bawa dari Jepang. Saya akan berkata pengalaman yang berharga dan teman yang baik, teman yang sudah seperti keluarga.


Rabu, 02 Mei 2012

Japan Indonesia Matsuri

JIM’s-Japan Indonesia Matsuri5-6 Mei 2012@ Gd. Amphitheatre dan lap.parkir Gd. Amphitheatre UPI

1st day (5 Mei 2012 )

N2K ~Nihongo Nouryoku Kontesuto~

• Rodoku

• Shuuji kontes

• Kana kontes

• Speech contest

• Paper craft

• Design character

• Doujinshi2nd day ( 6 Mei 2012)N2M ~Nusantara Nihon Matsuri~

• Lomba cosplay

• Audisi band

• Kabaret

• Odoritaikai (lomba tari)

Info lebih lanjut kunjungi blog resmi kami::
http://japanzuki7.blogspot.com/ 

FEEL YOUR JAPANESE IN JAVANESE SENSATION !!!




Hei kamu-kamu-kamu yang pada belum tau weekend ini mau kemana?? ^^ Dateng aja ke acara MATSURI nya Himabaja UPI... yang pastinya bakalan seru dan asik abis... :)
Mulai dari jam 9 Pagi, kamu pasti gak bakalan nyesel dateng ke acara Japan-Indonesia Matsuri 2012 ini...
Selain bakalan ada kabaret dari mahasiswa B.Jepang UPI, terus ada juga banyak stand-stand yang pastinya bakal bikin kenyang dan bisa juga foto ala Jepang di sini...
Yang gak kalah seru, kalian pasti bakalan dihibur sama banyak banget hiburan menarik, apa aja kah itu?

puncak dari acara ini akan diisi dengan:
food stands
cosplay street
cosplay competition (individu & regu)
foto ala Jepang  (bayaar yaaa~ :P)
obake house (rumah hantu) ----> including htm :D

* Sakura Taishogoto HIMABAJA FPBS UPI
* Karamba Ensemble FPIPS UPI
* Shounen Beat
* Shouran & Sakura Odori STBA Bandung
* Karinding Militan
* Rampak Kendang KABUMI UPI
* Ai sensei (tarian tradisional Jepang langsung oleh orang Jepang)
* Semester Depan (orchestra band)
* POMPOMBOYS ROJALI
* Shounen Beat
* P. voice (choir)
* SUICIDE MAYA


Performance Band dari :
* MOCNO IBARUS
* YUI
* HIKARI
* FANTASY FLAG
* SKY OVER HEAD
* DEADLY ICARUS
* COITUS DELUTION
* JUDEAS ROD
*FAIRY TAILS

Sooo...pastikan kamu ikutan heboh dan gabung sama acara keren ini... :) 

FEEL YOUR JAPANESE IN JAVANESE SENSATION !


Selasa, 01 Mei 2012

新しい指輪

今日は新しい指輪を買いました。彼は先の指輪をなくしてしまいましたので、今日新しいのを買いました。もっとたかくても、先の指輪は思い出がありました。初めての指輪で彼の本当の気持ちだった。その指輪をあげた時私たちはもう一度つきあった。婚約指輪じゃなくても、私にとってはもっと大切だ。